
Setelah di erami selama 21 hari oleh sang induk asli atau buatan (inkubator), menetaslah si jabang bayi ayam, yang biasa kita sebut DOC. Karena judulnya Ayam Pelung , jadi yang di bahas disini Perawatan terhadap DOC Ayam Pelung.
Ada 2 tipe perawatan doc ayam pelung, hal ini berdasarkan dengan apa telur ayam pelung itu kita tetaskan. Penetasan dengan induk buatan (inkutator) atau dengan menggunakan induk aslinya alias si Babon Ayam Pelung.
1. Perawatan ex penetasan dengan Inkubator
Tidak jauh berbeda dengan ayam kampung, doc ayam pelung yang sudah menetas dari inkubator langsung kita letakkan ke box buatan yang telah kita persiapkan. di dalam box ini sudah terpasang lampu sebagai pemanas. besarnya lampu (watt) tergantung luas box dan banyak sedikitnya jumlah DOC. Usahakan doc yang ada di dalam box, tidak menumpul pada satu titik. Oleh karena itu, akan lebih baik jika terdapat beberapa lampu di dalam box, sehingga doc bisa menyebar lebih merata.
2. Perawatan ex penetasn dengan Babon
Seperti doc ayam kampung pada umumnya, anakan ayam ini dibiarkan dengan induknya kurang lebih selama 2 hari biar fisiknya kuat terlebih dahulu. setelah kuat pindahkan doc beserta babon ke suatu ruangan atau lahan yang berpagar, agar terpisah dari populasi ayam yang usianya jauh di atasny. Hal ini bertujuan agar keselamatan doc lebih terjamin, karena tidak akan di patuk oleh ayam lain. Dengan membiarkan doc tinggal/diasuh langsung oleh induknya, maka kita tidak akan keluar biaya untuk listrik. selain itu biasanya doc akan tampak lebih segra, ceria dan lebih sehat karena diumbar.
Pemberian pakan untuk doc ayam pelung, bisa menggunakan pur, karena di dalam pur ini sudah mengandung asupan yang dibutuhkan oleh ayam. kita juga bisa memberikan vitamin dicampurkan ke dalam minuman doc. jika doc ini selalu sehat terpelihara, maka pertumbuhannya akan optimal.
Sekian...
Ada 2 tipe perawatan doc ayam pelung, hal ini berdasarkan dengan apa telur ayam pelung itu kita tetaskan. Penetasan dengan induk buatan (inkutator) atau dengan menggunakan induk aslinya alias si Babon Ayam Pelung.
1. Perawatan ex penetasan dengan Inkubator
Tidak jauh berbeda dengan ayam kampung, doc ayam pelung yang sudah menetas dari inkubator langsung kita letakkan ke box buatan yang telah kita persiapkan. di dalam box ini sudah terpasang lampu sebagai pemanas. besarnya lampu (watt) tergantung luas box dan banyak sedikitnya jumlah DOC. Usahakan doc yang ada di dalam box, tidak menumpul pada satu titik. Oleh karena itu, akan lebih baik jika terdapat beberapa lampu di dalam box, sehingga doc bisa menyebar lebih merata.
2. Perawatan ex penetasn dengan Babon
Seperti doc ayam kampung pada umumnya, anakan ayam ini dibiarkan dengan induknya kurang lebih selama 2 hari biar fisiknya kuat terlebih dahulu. setelah kuat pindahkan doc beserta babon ke suatu ruangan atau lahan yang berpagar, agar terpisah dari populasi ayam yang usianya jauh di atasny. Hal ini bertujuan agar keselamatan doc lebih terjamin, karena tidak akan di patuk oleh ayam lain. Dengan membiarkan doc tinggal/diasuh langsung oleh induknya, maka kita tidak akan keluar biaya untuk listrik. selain itu biasanya doc akan tampak lebih segra, ceria dan lebih sehat karena diumbar.
Pemberian pakan untuk doc ayam pelung, bisa menggunakan pur, karena di dalam pur ini sudah mengandung asupan yang dibutuhkan oleh ayam. kita juga bisa memberikan vitamin dicampurkan ke dalam minuman doc. jika doc ini selalu sehat terpelihara, maka pertumbuhannya akan optimal.
Sekian...
0 komentar:
Poskan Komentar
komentar di sini ya