Selasa, Oktober 26, 2010

Beternak Ayam Kampung



Sebagai manusia kita mempunyai rasa tidak puas dengan sesuatu yang telah kita dapat saat ini, selalu ingin bertambah dan bertambah terus. Salah satunya adalah ketidakpuasan dengan pekerjaan atau penghasilan yang didapatkan saat ini. Mungkin bagi teman-teman yang sudah punya pekerjaan tetap ingin menambah lagi penghasilannya dengan membuat usaha sampingan. Memang sebisa mungkin penghasilan jangan hanya dari satu sumber saja, jadi apabila salah satu sumber tadi bermasalah, masih ada sumber-sumber yang lain yang siap menopang.

Terlalu berbelit-belit mungkin bahasa saya, sebenarnya hanya ingin mengangkat tema Ternak Ayam Kampung, tetapi harus muter-muter dulu ( nyari prolog dulu ; )).
Beternak ayam kampung memang untuk sebagian orang masih dianggap "aneh". Ternak yang saya maksud disini adalah ternak ayam kampung secara intensif. Kebanyakan orang tahu kalau beternak ayam kampung itu hanya di lepas saja di belakang rumah, ayam nyari makan sendiri, ngandangnya pun di atas pohon ( kasian banget si ayam ). Ayam kampung dipelihara hanya sekedarnya, kebutuhan nutrisinya tidak diperhatikan. Padahal sebenarnya kalau kita mau benar-benar membudidayakan ayam kampung ini hasilnya akan sangan lumayan untuk menambah pundi-pundi uang kita.

Ternak ayam kampung bisa dimulai dengan memelihara beberapa babon dan jantannya. perbandingannya bisa 1:5, 1 untuk pejantannya dan 5 untuk betina. Dengan perbandingan seperti itu sangat dimungkinkan tingkat fertilitas telur yang dihasilkan akan tinggi.

Pengembangbiakannya dapat dilakukan dengan 2 cara, bisa dengan mengeramkan telur langsung pada induknya atau mengambil telur lalu kita eramkan dengan bantuan mesin tetas. Masing-masing cara tadi memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Jika kita menggunakan cara dengan di eramkan pake babon, kemungkinan menetas akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan mesin tetas, tetapi dengan mengeramkan lewat babon, periode produksi babon akan mulur. Jika telur di tetaskan dengan menggunakan mesin tetas babon akan langsung bisa bertelur lagi setelah 2 minggu istirahat dari peneluran yang terakhir. Tetapi kekurangannya adalah pada tingkat keberhasilan penetasan. Kebanyakan tingkat keberhasilan penetasan dengan mesin tetas lebih rendah dari pada di eramkan pada babon langsung.

Tetapi kalau nggak mau ribet, kita bisa beli saja dari doc, lalu kita besarkan selama 2-3 bulan saja. Kita sudah bisa memanen ayam kampung tadi dengan hasil per ekor rata-rata 23-25 ribu per ekornya jika usianya telah mencapai 3 bulan pada hari-hari biasa, tetapi jika dipanen pada hari-hari yang bagus ( liburan sekolah, imlek, dan puasa ) harga bisa lebih dari itu. Ini bukan patoka resmi lho, disetiap daerah berbeda-beda. Cara pembelian juga berbeda-beda, ada yang dibeli dengan sistem kiloan ada juga yang ekoran, masing-masing punya kekurangan dan kelebihan.
Kayanya kurang mantab kalo ga disertakan itung-itungannya :
ok ini mungkin gambaran kasarnya aja ya.

Perhitungan untuk 100 ekor :
a. pembelian untuk doc : 100 x Rp 4000 = Rp.400.000
b. pakan 511 bravo : 4 x Rp 236.000 = Rp.944.000
c. vaksin : = Rp. 50.000
d. vitamin + antibiotik : = Rp. 50.000
e. listrik : = Rp. 30.000
f. lain-lain : = Rp. 50.000

total pengeluaran = Rp.1.524.000

Hasil Setelah dipanen dengan sistem intensif dengan waktu 70 hari :
dianggap kematian 5% :

total pemasukan : 95 ekor x Rp.19.000 = Rp.1.862.000

jadi hasil yang kita terima :
total pemasukan - total pengeluaran : Rp. 1.862.000 - Rp.1.524.000 = Rp. 338.000

Perhitungan di atas tidak mutlak, karena di setiap daerah berbeda-beda untuk harga doc dan harga pakan tentunya. Bisa lebih murah dan bisa lebih mahal. Harga jual juga akan berbeda-beda, sebagai contoh saya pernah menjual ayam umur 60 hari bisa laku sampai 21ribu. Jadi perhitungan di atas sekali lagi tidak mutlak. Bisa berubah-ubah setiap saat...hehehe

Yang penting niat kan dulu untuk beternak. Sebisa mungkin jangan mudah menyerah kalo pas lagi nemuin masalah-masalah, seperti kematian yang tinggi, harga yang kurang kompetitif dan lain-lain.

Intinya, kalo kita mau beusaha pasti ada jalan.

saran dan kritik bisa post di comment.
thank you

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar di sini ya